PALU DAN PAKU  

Posted by Reza "Baim" Adrian in

Kemarahan sering kali membuat orang lupa diri. Pastilah kita semua pernah berada pada kondisi yang paling parah saat kita marah. Kalau pun ada yang belum berarti mungkin sebentar lagi, kalau di ibaratkan film itu "SEGERA"...hahahaha....jangan sampai.....
Ada sebuah kisah yang pernah saya dengarkan dari seseorang mengenai kemarahan yang sedikit membuat saya sadar bahwa kemarahan kita itu terkadang buruk, bahkan sangat buruk bagi orang lain kalau diibaratkan lagi seperti sebuah bom yang jika meledak pastilah merusak sekelilingnya.(kecuali bom-bom car loh....)
Ada kisah seorang anak yang sangat mudah sekali marah, jangan kan masalah sepele, hal yang paling sepele pun dapat membuatnya marah. setiap hari dia selalu marah, tak perduli tempat dan waktu, kemarahan selalu dia luapkan dengan lugas dan terpercaya eh...tegas. Ayah sang anak selalu memperhatikan peringai anaknya yang sangat temperamental hingga suatu hari dia mendekati sang anak. Sang ayah yang bijak ini memberikan sebuah palu dan satu kotak paku kepada anaknya. Sang anak bingung, palu dan paku untuk apa?Sang ayah memberikan instruksi kepada anaknya agar setiap kali marah atau sulit untuk mengontrol emosinya, tancap paku tersebut ke papan yang sudah disiapkan ayahnya dan memukulnya sekuat-kuatnya dengan palu.
Mulai hari itu, setiap kali marah sang anak selalu melakukan perintah dari sang ayah, lagi, lagi dan lagi. begitu luar biasanya prestasi yang di peroleh sang anak. Pada hari pertama saja, sebanyak 30 paku sudah mampu dia habiskan...WONDERFUL....
2 minggu, 3 minggu dan 1 bulan sudah dia lalui. Pasti sudah dapat anda bayangkan berapa lusin paku yang sudah menancap di papan tersebut. Tapi jangan pikirkan papannya sebesar apa, bayang kan saja cukuplah untuk sang anak.
Suatu hari sang anak menghampiri sang ayah. Anak tersebut memberitahu ayahnya bahwa sekarang sang anak sudah tidak temperamental lagi, kini dia sudah mampu mengendalikan emosinya dengan cukup baik. Sang ayah sangat bangga dan memberikan sanjungan untuk anaknya yang telah mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik. sang anak bertanya kepada ayahnya "ayah perlukah aku menancapkan paku lagi seperti dulu?". "Tentu tidak, kini kita ganti caranya. setiap kali kau mampu menahan amarahmu dengan baik, maka kamu berhak mencabut lagi paku yang telah kamu tancapkan. dan setiap kali kamu mampu menahannya lagi, cabut lagi. begitu seterusnya...." jawab sang ayah.
Setelah beberapa hari, akhirnya paku yang telah tertancap akhirnya habis tanpa sisa dan sang anak langsung menunjukkan kepada ayahnya. "Ayah lihat, aku telah berhasil membersihkan semua paku ini!" kata sang anak kepada ayahnya. Ayahnya tersenyum lalu mendekati sang anak "Benar kini semua paku telah hilang dari papan tersebut namun apakah kau tidak melihat lubang yang telah ditimbulkannya? Seberapa keras kamu mencabut paku tersebut dan berusaha memperbaikinya, lubang-lubang yang di tinggalkan oleh paku tersebut tidak akan hilang anakku. Begitu pula dengan kamu. Kemarahan yang telah kamu luapkan kepada orang lain itu bagaikan paku yang menancap ke papan itu. semakin banyak kamu marah, maka sebanyak itulah paku telah kamu tancapkan. Dan walaupun kini kamu telah meminta maaf, bekas yang telah kamu tinggalkan tidak akan mudah untuk dihilanggkan seperti lubang yang ada di papan tersebut. Mulai kini hendaknya kamu menahan setiap amarahmu, jangan lah kamu menyakiti hati orang lain lagi karena kalau sudah sakit, sulit untuk menghilangkannya" Jawab sang ayah.

0 komentar

Post a Comment

Contributors

My photo
My name is Reza Adrian, i was born on 16th July 1988 in Malang. I interesting in music, specially in rock and pop genre. I have a dream in my life, I hope somedays I can be a someone who has many friends and every body needs me very much. . I'm not a special guy, I just want to do something if I can. Now, I'm a student in “Politeknik Negeri Malang” and I was a part of 3A Marketing people. Many people and friend said that I am is funnies people and disgust people. Next time,I want to see all of city in the world no matter how impossible that.